Mengenai Saya

Foto saya
Experienced to cover big sport events from Asian Cup, Euro Cup and Football World Cup, Moto GP and Formula One
Diberdayakan oleh Blogger.

Wirawiri.net

Koleksi Terbaru Kami

Foto Wedding Bak Point Of No Return

Bagi saya memotret adalah sebuah kegiatan yang selain membahagiakan juga bisa membuka horison melihat dan bersentuhan manusia dari beragam latar belakang. Saya percaya bahwa mungkin hampir sebagian besar fotografer khususnya di Indonesia pernah merasakan bagaimana memotret pernikahan atau wedding. Entah itu kerabat, sahabat atau memang secara khusus disewa secara profesional alias menerima bayaran.

Pagelaran Wayang Orang Semar Mbabar Kamulyan

Tradisi wayang orang sudah dimulai sejak zaman Sultan Hamangkurat I berkuasa pada tahun 1731. Wayang orang adalah wayang dimainkan oleh orang untuk memerankan tokoh yang ada dalam dunia pewayangan. Seni peran menjadi sangat penting dalam pementasan wayang orang. Selain make up yang menjadi penunjang untuk menunjukan tabiat atau karakter tokoh pewayangan tersebut.

Konsep Fotografi Ternyata Sudah Ada Sejak Jaman Sebelum Masehi

Sebuah foto bisa mewakili 1000 kata, katanya. Tapi, pernahkah Anda tahu sejak kapan fotografi dikembangkan? Dan, objek apa yang pertama kali difoto. Ini dia penjelasan ringkasnya.
Fotografi adalah hasil dari kombinasi beberapa penemuan teknis dan oleh beberapa ilmuwan berbeda. Jauh sebelum foto-foto pertama dibuat, Filsuf Cina, Mo Ti, dan matematikawan Yunani, Aristoteles dan Euclid telah menjelaskan konsep alat perekam gambar dengan lubang sebesar jarum di ujungnya, itu sejak abad 5 dan 4 sebelum Masehi.
Pada abad 6 Masehi, Anthemius, matematikawan Bizantium dari Tralles bahkan telah menggunakan semacam kamera obscura dalam percobaannya. Ibnu al-Haytham (Alhazen) (965-1040) juga telah memelajari kamera obscura dan kamera lubang jarum. Albertus Magnus (1193/1206-80) menemukan perak nitrat, sedangkan Georges Fabricius (1516-1571) menemukan klorida perak. Daniel Barbaro menjelaskan konsep diafragma pada 1568. Wilhelm Homberg menggambarkan bagaimana cahaya membuat beberapa bahan kimia menjadi gelap (efek fotokimia) pada 1694.
Nah, kalau bicara foto permanen pertama kali, itu adalah gambar yang dihasilkan pada 1826 oleh Joseph Nicéphore Niépce, seorang penemu Prancis. Sayangnya, foto tersebut telah rusak. Foto-foto karyanya dicetak di piring timah yang dipoles sejenis minyak bumi yang disebut aspal Yudea. Namanya bitumen. Minyak ini  mengeras bila terkena paparan cahaya.

SUMBER : WW



25 Fotografer Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Masa Seri Pertama

Sebuah situs fotografi populer di Inggris menginvetarisir sejumlah nama fotografer dunia yang karyanya dianggap berpengaruh terhadap gaya fotografi hingga kini. Selain itu parameter yang dipakai untuk menentukan adalah bagaimana para fotografer tersebut mampu menciptakan sebuah karya foto orisinil hingga tak lekang oleh zaman. 25 fotografer tersebut adalah sebagai berikut :

1. Richard Avedon (1923-2004)
Bapak Fotografi Fesyen Dunia layak disematkan pada diri beliau.  Richard Avedon berhasil menciptakan cirinya sendiri hingga begitu membekas di setiap karya fotonya. Avedon yang juga sangat sukses sebagai fotografer komersial selalu berhasil menciptakan foto potret yang sangat ikonik. Ciri has yang sangat menonjol dari karyanya adalah penggunaan latar putih untuk setiap foto potretnya.      .

Ciri khas foto Richard Avedon dengan latar putih

Oscar Motuloh dan Erik Prasetya Terpilih Sebagai 20 Fotografer Asia Yang Berpengaruh

Indonesia patut berbangga ketika 2 fotografer asalIndonesia masuk dalam daftar fotografer yang dianggap membawa pengaruh dalam kurun perkembangan dunia foto dokumenter khususnya foto jurnalistik di regional Asia. Metode polling yang dilakukan oleh invisible photograper asia, langsung menjaring beberapa nama yang dipilih oleh para responden. Jepang mendominasi daftar 20 fotografer paling berpengaruh di Asia dengan menyumbangkan 6 orang fotografer. Sementara itu 2 fotografer Indonesia yang masuk dalam daftar sebagai fotografer berpengaruh di Asia adalah Oscar Motuloh dan Erik Prasetya.

Instagram Sebagai Etalase Atlet Dunia Pamer Kehidupan Pribadi

Siapa sih yang gak senang difoto ? Semenjak lahir hingga meninggalnya manusia, fotografi selalu menjadi bagian dalam sejarah tersebut. Dengan foto, seseorang berusaha merekam peristiwa penting  dalam hidupnya atau ingin menggambarkan di mana status sosialnya berada. Instagram yang tadinya hanya sebuah aplikasi khusus ponsel iPhone telah berkembang begitu jauh menjadi sebuah layanan media sosial secara visual di dunia maya. Siapapun yang senang memotret dan apapun obyek yang difotonya akan sangat senang dengan hadirnya Instagram. Prinsip dasar sharing yang merupakan semangat positif di dunia maya sangat dijunjung tinggi di instagram ini. Kemudahan memainkan foto menjadi se artistik mungkin sangat terbantu dengan ragam pilihan filter yang bisa dengan mudah dioperasikan dengan sekali klik saja.

 
Copyright © 2017. FLATSHOP Template - Design by: idBLOGSPOT